image1 image2 image3 image4 image5 image6

EVERY NEW DAY IS ANOTHER CHANCE|ANOTHER CHANCE TO #CHANGE|#CHANGE IS NEVER EVER EASY|YOU FIGHT TO HOLD ON|AND YOU FIGHT TO LET GO|PROGRESS IS IMPOSSIBLE|WITHOUT #CHANGE|WE NEED WE WANT WE HAVE TO #CHANGE|BETTER #CHANGE JUST START

Catatan 2015 : Rintik Hujan di Akhir Tahun

"Kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya." Tere Liye

Banyak hal yang terjadi di akhir tahun ini. Sering berkelana, membuat aku menyadari satu hal; ya aku memiliki mereka, sahabat-sahabat sejati yang selalu membuat aku tersenyum bahagia. Benar-benar bahagia.

Setelah tiga tahun lebih kita berpisah, ya aku sangat merindukan mereka. Ibarat hujan turun, rintik rintik kenangan, sedih, senang, marah, perjuangan, duka, tangis semua menerpa wajahku. Rindu dan kenangan yang satu persatu jatuh ke tanah. Tidak hilang, tetapi meresap dalam sanubari.

Tiga tahun itu ketika Allah mengizinkan takdir kita berpilin dan berkumpul di satu tempat, siang dan malam.
Aku akan selalu ingat, masa perjuangan kita. Ketika malam lewat larut kita berjuang untuk mengejar cita-cita kita.
Aku akan selalu ingat, masa ketika aku rapuh dan kalian selalu ada untuk memberikan sokongan.
Aku akan selalu ingat, masa ketika aku tergolek lemah dan kalian selalu datang tiap saat, tiap istirahat, pulang sekolah, selesai kegiatan asrama. Hanya untuk memastikan aku baik-baik saja.
Aku akan selalu ingat, masa ketika aku tenggelam dalam kesedihan dan kalian datang memberi uluran tangan hangat.
Aku akan selalu ingat, masa ketika aku muram dan kalian dateng dengan senyuman.
Aku akan selalu ingat, masa ketika dering telepon kalian begitu indah, dan aku merindukan suara kalian dari balik gagang itu.

Waktu demi waktu setelah itu, kalian selalu ada.
Ya, kalianlah yang selalu rela mendengar, ketika aku butuh didengar. Bahkan dalam malam gelap tanpa bintang di angkasa.
Ya, kalianlah yang selalu berada diujung gagang itu - selalu, ketika aku butuh cerita. Bahkan meski samudra memisahkan kita.
Ya, kalianlah yang selalu mendukung, ketika aku butuh tempat untuk bersandar. Kalian adalah orang-orang yang selalu berada disisiku ketika aku membutuhkan bantuan.
Ya, kalianlah alasan aku untuk tersenyum, ketika dunia terlihat begitu kejam dan keras. Meskipun aku tau, dibalik senyum kalian tergurat cobaan terpendam. 
Ya, kalianlah yang selalu berusaha untuk menghibur dan mengajak jalan-jalan, melepas penat dan mencari alasan untuk mempertemukan kita.
Ya, kalianlah yang membantu aku beradaptasi. Beradaptasi di awal kuliah dan ospek yang berat, hingga akhirnya aku bisa melewatinya.
Ya, kalianlah yang selalu menampung, menolong dimanapun aku berada. Meski sering kehadiranku membuat kalian kelabakan bukan.
Ya, kalianlah yang pertama menjenguk ketika aku terkapar tidak berdaya. Ketika aku hanya bisa tergolek lemah dalam bangsal.
Ya, kalianlah yang selalu memotivasi untuk pantang menyerah. Bahwa semua akhirnya akan baik-baik saja, seperti perjuangan berat kita tiga tahun dulu.
Ya, kalianlah inspirasiku. Inspirasi perjuangan seutuhnya, inspirasi untuk menghadapi hidup dengan lebih gagah dan pantang menyerah.
Ya, kalianlah yang selalu menasehati. Untukku agar selalu menjadi lelaki yang sholeh dan bertanggungjawab. Seperti apa yang diajarkan ustad-ustadah kita dulu.

Terimakasih atas semua kebahagiaan utuh dan sebenarnya yang sudah kalian berikan.
Terimakasih atas semua kebaikan, senyum cerah, dan kelapangan hati yang telah kalian berikan.

Aku minta maaf, untuk 3,5 tahun kebelakang.
Dimana aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri, sibuk dengan rapat, sibuk dengan agenda, dan melupakan kalian.
Untuk waktu waktu ketika kalian datang, dan aku tidak bisa memberikan senyum dan sambutan terbaik.
Dimana kalian memanggil untuk bersenang-senang bersama, dan aku tidak bisa memenuhi panggilan itu.
Dimana kalian membutuhkan pertolongan dan aku tidak bisa hadir untuk menolong.

Akhirnya jarak dan waktu benar-benar membuktikan bahwa kita adalah sahabat sejati.
Aku benar-benar bersyukur karena Allah telah mempertemukan kita, enam setengah tahun yang lalu.

Semoga Allah tidak memerlukan waktu lama lagi untuk mempertemukan kita.
Semoga persahabatan kita berlangsung selamanya.
Semoga aku selalu memiliki sedikit alasan kecil untuk bertemu kalian kembali.

Untuk semua Sahabat dari Insan Cendekia
Salam dari sahabatmu
Nabil Satria




Jakarta
 Habis nonton juga, yey



Salah satu, makan malam tercantik


Bandung

Aku enggak bisa bayangin kalo aku nikah dan hadir sepasukan heboh kaya gini wkwk.
 
Salah satu sarapan paling indah

  





 
 Terimakasih untuk sesi sharing malam-malamnya. Sangat sejuk dan indah

 
 Terimakasih buat Kak Sensei, Awi dan Cipay atas waktunya. Aku tau kalian sangat sibuk




Jogja
Teman perjalanan yang menyenangkan


terimakasih untuk semuanya. next : padang

Share this:

CONVERSATION

2 comments:

  1. fitriii, ya ampun aku mah apa dibanding anak-anak FLP super keche

    ReplyDelete