image1 image2 image3 image4 image5 image6

EVERY NEW DAY IS ANOTHER CHANCE|ANOTHER CHANCE TO #CHANGE|#CHANGE IS NEVER EVER EASY|YOU FIGHT TO HOLD ON|AND YOU FIGHT TO LET GO|PROGRESS IS IMPOSSIBLE|WITHOUT #CHANGE|WE NEED WE WANT WE HAVE TO #CHANGE|BETTER #CHANGE JUST START

Catatan Nostalgia : NYS 2013 - Indonesia, Islam dan Nuklir, Kawan ataukah Lawan?

Teknologi nuklir, bukanlan sebuah barang baru lagi. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom.[1] Penemuan inilah yang menjadi sebuah langkah pelopor bagi perkembangan teknologi nuklir.
Di negeri kita, Indonesia, pada tahun 1954 dibentuk Panitia Negara untuk Penyelidikan Radioaktivitet, sebuah cikal bakal dari BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional).[2] Sejak detik itu, kesadaran kita akan perlunya teknologi nuklir untuk sumber energi muncul. Mirisnya, setengah abad setelahnya, tepatnya 59 tahun, perkembangan teknologi nuklir sebagai sumber energi, tidak menunjukkan proses yang berarti.
Sebanarnya, secara SDM, Indonesia memiliki kemampuan layak untuk mengambangkan tenaga listrik sebagai energi. Tidak main-main, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang paling siap mengembangkan energi nuklir.[3] Sayangnya, hingga saat ini Indonesia masih kesulitan untuk mencari dukungan publik akan program ini. Hingga akhirnya berakhir hanya sebagain wacana.
 Indonesia, dengan jumlah penduduknya yang sangat besar. Sejumlah  240.271.522 dan 85,1% penduduknya adalah pemeluk islam.[4] Sebenarnya adalah problem besar dalam konsumsi energi nasional. Tanpa berdasarkan alasan agama, tetapi karena mayoritas penduduk Indonesia adalan islam, dan kebanyakan dari mereka belum tersadar akan pentingnya energi ini, maka saya akan mengulas dari sudut pandang islam.
Apa itu Pembangkit listrik Tenaga Nuklir?
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.[5]
Sebagai seorang engineer, saya setuju dengan proyek pembangunan dan pengembangan dari PLTN ini, dengan beberapa alasan.
Teknologi Nuklir, adalah salah satu teknologi stategis yang berkembang sejak abad 20. Kalau umat Islam terdahulu  sampai  berjalan  jauh  ke  Cina untuk belajar membuat kembang api – lalu mengembangkannya  menjadi  mesiu hingga  membuat meriam  raksasa yang terbesar di zamannya,  saat penaklukan Konstantinopel pada abad 15 oleh Muhammad Al Fatih –.[6] Kalau dulu bangsa kita terkenal memiliki kekuatan dan kedigdayaan – Kerajaan Sriwijaya pada abad ke 7 dan Majapahit pada abad ke 14 – tidak lepas dari penguasaan teknologi kemaritiman yang maju pada masanya. Maka semestinya, teknologi nuklir ini bangsa kita jangan mudah terkena propaganda, dan mengambangkan teknologi lebih jauh. Masalahnya adalah, hingga saat ini hanya negara-negara barat yang menguasai teknologi ini. Jika, bangsa kita, terkesan ketakutan dengan teknologi ini, apakah kita akan diam saja jika bangsa lain telah berkembang pesat dengan teknologi ini?
Tidak dipungkiri, bahwa siapa yang mampu membangun PLTN, maka bisa saja teknologi yang ada digunakan untuk membuat  senjata nuklir.  Fakta sejarah berkata, Amerika Serikat dapat mengembangkan teknologi nuklir, sehingga dapat mengembangkannya menjadi sebuah bom atom, dengan cara mengendalikan proses  reaksi  berantai  nuklir. Namun jika bangsa ini bisa mengembangkan teknologi nuklir dengan tujuan harkat dan martabat bangsa, untuk membuat musuh segan dengan bangsa ini (tidak untuk senjata pemusnah), agar kita tidak diremehkan terus menerus,  justru diperintahkan di dalam Alquran surat al-Anfal ayat 60.[7]


Dan  siapkanlah  untuk  menghadapi mereka  kekuatan  apa  saja  yang  kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak  mengetahuinya;  sedang  Allah mengetahuinya …. (Qs. 8:60).
Bagaimana mungkin bangsa ini bisa melawan dan bertindak tegas, jika kita tidak memiliki teknologi yang sama atau bahkan lebih dahsyat?
Suatu Energi yang Bersih
Energi nuklir, adalah salah satu energi bersih masa depan karena tidak menghasilkan emisi seperti COx, SOx, NOx, dan jelaga seperti  halnya pembangkit listrik konvensional yang menggunakan bahan bakar batu bara dan bensin. Sehingga secara tidak langsung polusi dari emisi tersebut bisa dikurangi. Tetapi, tidak dapat di bantahkan jika PLTN juga menghasilkan sisa-sisa limbah, baik itu berupa air maupun limbah  radioaktif  pembuangannya nantinya ditanam di dasar laut, di ruang anti radiasi dan gempa dengan perlindungan yang berlapis-lapis untuk ribuan tahun ke depan. Selain energi yang bersih, energi yang dihasilkan juga dari pembakarannya juga paling efisien. Sepotong kecil uranium, jika direaksikan dengan proses nuklir, energi yang dihasilkan akan sama dengan dua ton batu bara.
Harus Terus Disiapkan
Teknologi PLTN tergolong teknologi yang butuh keahlian dan kemampuan yang tinggi. Hal ini karena kesalahan dan kecerobohan sedikit saja, dapat berakibat fatal. Baik radiasi dari bahan radioaktif maupun dari limbah yang dihasilkan. Baik kepada manusia langsung, maupun pada lingkungan pada jangka panjang. Pada manusia seperti adanya mutasi pada sel yang terkena radiasi sehingga meningkatkan resiko kanker. Sedangkan pada lingkungan seperti rusaknya ekosistem dan menyebarnya udara bercun. Jangan sampai, kasus kecelakaan PLTN di Chernobyl tahun 1986 terjadi lagi. Dimana, seluruh kota diungsikan, dan sekarang menjadi kota tak berpenghuni.
Dari beberapa artikel yang saya baca, PLTN generasi terbaru telah memiliki standar keamanan yang mutakhir. Meski, perlu dipikirkan jika terjadi force majeur, hal-hal diluar kehendak manusia. Contohnya adalah kecelakaan di Rektor Fukushima-Jepang, karena bencana Tsunami beberapa tahun lalu. Mungkin solusi yang terpikir oleh saya, adalah membuat system mati dan pendinginan otomatis, baik pada reaktor maupun komponen-komponen lainnya, sehingga jika terjadi suatu masalah, bisa langsung kembali pada suhu normal.
Penguasaan ini, merupakan manifestasi dari wahyu pertama yang turun pada Rasul kita Nabi Muhammad SAW. Iqra’ bacalah, maksud dari kata ini, bahwa kita sebagai umat muslim harus mampu membaca gejala-gejala dan reaksi yang ada di alam. Selain itu, banyak hadis dari Rasul sendiri yang memerintahkan kita untuk menuntut ilmu. Ilmu adalah dasar utama yang bias membuat manusia lebih bermartabat dan melepaskan mereka dari jurang kegelapan. Seperti dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, jangan sampai kita menutup diri akan teknologi yang ada dan akhirnya kita kalah dari bangsa-bangsa lain.
Sejarah membuktikan, siapa yang menguasai teknologi, dialah yang menang. Mulai dari masa-masa kejayaan maritime nusantara, keemasan islam, penguasaan konstantinopel, penjajahan atas dunia islam, hingga menangnya sekutu dalam perang dunia secara teknis karena penguasaan persenjataan mereka lebih canggih.
Sudah keharusan kita, sebagai generasi muda islam dan bangsa ini, untuk mengembalikan kejayaan masa lalu kita, lewat ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadikanlah ilmu dan teknologi ini sebagai kawan, yang saling bahu membahu dan membantu untuk kemaslahatan yang lebih baik. Bukan sebagai lawan yang membawa pada jalan yang rusak.  Saya percaya jika tidak ada yang tidak mungkin jika semua elemen dari bangsa yang saya cintai ini, Bangsa Indonesia, mau gotong royong mewujudkan mimpi ini. Seringkali musuh terbesar bangsa ini adalah bangsa ini sendiri yang tidak percaya bahwa mimpi dan harapan itu ada.



Yogyakarta, 23-25 Mei 2013

Behind the story:

Sejujurnya dan sebenarnya, tulisan ini adalah tugas agama saya. Waktu itu, dengan bermodal nekat, tanpa pengalaman dan kemampuan, di tenggat deadline saya mengubahnya sedikit dan diikut sertakan Nuclear Youth Summit 2013. Alhamdulillah lolos. Acara ini adalah acara summit pertama saya selama kuliah, dan menjadi tonggak penting untuk step-step selanjutnya.

Setiap orang selalu punya step pertamanya kan? Bagaimana denganmu? =D

Saya ingat sekali, saya sedih sekali tidak bisa ikut acara sumpah pemuda BEM KMFT waktu itu hehe.


[1] Haubold, Hans; Mathai, A. M. (1998). "Microcosmos: From Leucippus to Yukawa".Structure of the Universe. Common Sense Science. Retrieved 2008-01-17.
[2] Diambil dari website resmi http://www.batan.go.id/sejarah.php. Diakses 27 April 2013
[3] Ed. Ruslan Burhani. IAEA Tegaskan Indonesia Paling Siap Bangun PLTN. (Antaranews.com Kamis, 16 Desember 2010 04:32 WIB) diakses 27 April 2013.
[4] "Indonesia". The World Factbook. CIA. 2009-03-19. Retrieved 2009-03-22.
[6] Felix Y. Siauw, Muhammad Al-Fatih 1453. (August 24th 2011 by Khilafah Press)
[7]  Fahmi Amhar, Prof. Dr. Ing, Tiada PLTN tanpa Syariah. http://cetak.bangkapos.com/opini/read/961/Tiada+PLTN+tanpa+Syariah.html (01-03-2011). (diakses 27/11/2012) 

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment